Perilaku yang Merusak di Lingkungan Kerja

0

elaborasi.com, – Untuk mengetahui wabah dan budaya toxic (sifat, budaya atau tingkah laku yang membawa kerusakan mentalitas dan etos kerja karyawan di lingkungan kerja) tidaklah terlalu sulit. Tetapi untuk mengetahui penyebabnya, itu menjadi semacam sebuah hal yang tidak terlihat yang bisa dirasakan sebelum akhirnya menjadi sebuah wabah toxic itu sendiri sehingga akan sedikit lebih tricky untuk menanganinya.

Berikut adalah 3 tanda-tanda yang menjadi indikasi terjadinya wabah merusak di lingkungan kerja.

1. Sikap yang Berpusat Pada Diri Sendiri

Dengan kata lain bahwa adalah seseorang yang bersikap egois dan tidak peduli dengan orang lain di sekitarnya maka dia sama sekali tidak akan pernah bisa peduli juga dengan Perilaku yang dilakukannya beserta akibat yang ditimbulkan kepada orang lain.

Lebih parahnya lagi adalah karyawan yang egois tersebut tidak memiliki tingkat kesadaran dan mereka merasa yang paling tahu segalanya dibanding orang sekitarnya. Karyawan yang secara konsisten memberikan sinyal atau tanda-tanda prilaku semacam ini yang akan memiliki potensi menjadi toxic ke depannya.

2. Sikap Percaya Diri yang Berlebihan

Sifat percaya diri yang berlebihan akan mengarah kepada sikap pengambilan resiko yang tidak penuh perhitungan dengan prilaku yang merusak pada akhirnya. Coba bayangkan jika anda ingin melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya atau mencuri sesuatu dari perusahaan tempat anda bekerja, jika anda berpikir bahwa kesempatan anda untuk bisa lolos dari konsekwensi hukumnya lebih besar dari yang seharusnya, maka anda akan melakukan perbuatan tersebut tanpa berpikir lebih panjang lagi. Demikianlah orang yang memiliki rasa percaya tinggi yang berlebihan akan cenderung bertindak dengan menggampang segala sesuatunya termasuk akibatnya.

Ini adalah mentalitas yang sama yang mengarah kepada melakukan tindakan kriminal yang bodoh, mereka berpikir bahwa itu tidak akan tertangkap basah. Faktor kepercayaan diri yang berlebihan juga juga terjadi dengan cara yang lebih pintar juga; Karyawan yang berpikir bahwa mereka cukup pintar untuk menghilangkan jejaknya dengan tanpa tindakan-tindakan yang merusak yang ditimbulkannya.

3. Sikap Percaya Diri yang Berlebihan

Hal ini dikenal dengan counterintuitive artinya bahwa ketika kondisi dimana seseorang mengatakan sesuatu yang kelihatannya baik dan indah padahal justru dia mengetahui bahwa pada umumnya kebalikannya yang akan terjadi. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa orang-orang yang mengatakan ‘Oh tidak, Anda harus selalu mengikuti aturan’ versus orang-orang yang mengatakan ‘Kadang-kadang Anda harus melanggar aturan untuk melakukan pekerjaan dengan baik’, pada kenyataannya jauh lebih banyak terjadi mereka berakhir dengan tindakan melanggar aturan.

Seringkali ini menjadi cara untuk secara jelas dan terang-terang membuang orang dari lingkungan mereka, atau bisa diartikan juga sebuah cara untuk meringankan rasa bersalah mereka karena mereka mengetahui bahwa itu akan berakhir sebaliknya dari yang mereka nyatakan.

Manfaat Mengetahui Tanda-Tanda tersebut?

Dengan mengetahui ketiga tanda peringatan di atas kita bisa memiliki semacam peringatan dini misalnya di dalam proses wawancara karyawan baru, untuk membantu menghindari potensi toxic yang akan masuk ke dalam organisasi anda.

Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut di karyawan yang ada sekarang ini maka anda bisa memberikan perhatian lebih dan pengawasan secara proaktif untuk menjaga dan menghentikan indikasi perilaku yang berdampak langsung dan tidak langsung sehingga mencegah orang lain berperilaku dengan cara yang sama.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa tanpa perlu ditanyakan, “Hal terburuk yang dapat Anda lakukan adalah tidak melakukan apa-apa”. Perilaku Toxic yang tidak tertangani dengan baik, akan memiliki dampak korosif pada karyawan di sekitarnya dan mereka akan merasa tidak didukung sehingga menyimpulkan bahwa peranan tanggung-jawab organisasi di perusahaan tidak ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here