4 Pelajaran Penting dari Seorang CEO Mengenai Arti Sebuah Kegagalan

0

elaborasi.com, – Brian Garish, Presiden dari Banfield Pet Hospital, memulai karirnya sebagai stock keeper di Walgreens dan Drop Out kuliah dalam waktu 6 bulan di umur 18 tahun. Seperti yang dia katakan bahwa “Pada saat itu, saya tidak melihat pentingnya belajar di kelas dan mendengarkan kuliah tentang bisnis, yang saya inginkan saat itu hanyalah mencari uang”.

Hal itu berubah setelah lebih dari satu dekade kemudian — ketika seorang mentor mendorongnya untuk kembali ke bangku sekolah — bahwa dia harus menyelesaikan studinya. Tapi pengalaman kegagalan dan jam terbang dengan tanpa sebuah gelar akademik itulah yang membawa kesuksesanya hingga hari ini.

Perjalanan karir profesional Garish yang unik tersebut telah secara efektif memaksanya untuk berpikir secara berbeda tentang arti sebuah kepemimpinan dan untuk merumuskan ulang mengenai artinya menjadi seorang social CEO.

Garish sekarang memimpin perusahaan veterinari terbesar di Amerika, sebuah bagian bisnis multi-billion-dollar yang merupakan bagia dari Mars Incorporated.

Dengan mengambil jalan pintas yang tidak biasa untuk menuju ke C-suite, telah membuatnya menyadari empat pelajaran yang sangat penting dalam kepemimpinan dan bisnis:

1. Mendengarkan Orang-Orang Lapangan yang Paling Dekat Dengan Pelanggan dan Bukan Mereka yang Hanya Duduk Diam di Kantor Pusat

“Memulai karir saya bekerja di pengecer farmasi besar,” kata Garish, “Saya selalu frustrasi ketika kami mendapat tamu dari kantor perusahaan dan mereka hanya berbicara dengan manajer toko atau apoteker. Sebagai seseorang yang berada di lapangan dan berbicara dengan pelanggan setiap hari, pendapat saya menjadi sangat-sangat diperlukan. Hari ini, ketika saya mengunjungi salah satu dari 1.000 rumah sakit Banfield kami di seluruh AS, saya menjadikan sebuah awalan untuk bisa berbicara dan mendengarkan semua orang untuk memastikan suara mereka menjadi arahan yang penting untuk visi organisasi kami. Dengan lebih dari 75 persen tenaga kerja kami adalah Millenial atau Gen-Z, saya juga menggunakan media sosial untuk mendengarkan pada skala dimana ketika saya menelusuri feed Instagram saya, saya dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan pada rumah sakit kami. “

2. Strategi adalah Sebuah Kesia-siaan Tanpa Disertai Rasa Empati

Menurut Garish, “Orang-orang sekarang mencari sebuah figur untuk kepemimpinan yang transparan dan penuh kasih. Anda dapat memiliki strategi terbaik di dunia, tetapi jika orang-orang anda tidak berkomitmen untuk itu dan mengerjakannya, Anda telah membuang-buang waktu anda. Berinvestasi dalam orang-orangmu akan menjadi sangat penting untuk membangun budaya empati. Jika memperhatikan orang-orangmu maka yang hal-hal lainnya akan mengikuti. “

3. Memberikan Harapan, Bantuan dan Optimisme Lebih Bermanfaat Dibandingkan Pengajaran dan Pengetahuan

“Menjaga agar orang-orang tetap termotivasi dan terlibat itulah yang akan menciptakan organisasi berkinerja tinggi,” ungkap Garish. “Melakukan hal itu, membutuhkan kesamaan tujuan dan bukan hanya sekedar membuat orang-orang tersebut tetap melakukan pekerjaannya setiap hari saja, tapi dengan memberdayakan pekerjaan yang dilakukan itulah yang akan menciptakan dampak positif pada masyarakat. Di Banfield, kami hadir untuk membuat dunia yang lebih baik bagi hewan peliharaan. Sekarang ini di Amerika, ada 60 juta hewan peliharaan yang tidak menerima perawatan hewan rutin. Ketika saya berbicara dengan rekan kami, kami berbicara tentang bagaimana kami dapat membantu menyelesaikan masalah itu dan bagaimana kami merasa optimis tentang sebuah masa depan di mana perawatan kesehatan tersedia untuk setiap hewan peliharaan. Anda mungkin dapat memiliki tenaga kerja yang paling memenuhi syarat dan handal, tetapi jika mereka tidak termotivasi oleh misi yang sama dan tidak diberikan dukungan untuk membuat sesuatu yang berbeda, anda tidak sedang membuat sesuatu yang memiliki dampak dalam kurun waktu jangka panjang.”

4. Andalah yang Memegang Peranan Untuk Budaya Kerja yang Baik, Tidak Peduli Posisi Anda di dalam Organisasi

Garish menjelaskan, “Saya sangat menyadari bahwa budaya itu penting tidak peduli posisi anda di dalam organisasi, andalah yang bertanggung jawab mengendalikan budaya kerja. Saya mencoba yang terbaik setiap hari untuk memberdayakan orang untuk membuat perubahan dan bertindak seperti layaknya pemilik usaha terlepas posisi mereka dalam organisasi. Media sosial dapat menjadi alat yang sangat berharga untuk menciptakan dan menghubungkan budaya kerja, menyediakan dialog langsung dua arah yang memastikan suara semua orang didengar. Misalnya, setiap bulan saya menjadi tuan rumah #BanterWithBrian di Instagram untuk mengumpulkan dan menjawab pertanyaan dari rekan-rekan kerja kami. Gagasan dan solusi-solusi terbaik dimulai dalam 1.000 rumah sakit kami. Menjadi CEO sosial berarti meruntuhkan penghalang-penghalang untuk anda bisa saling terhubung, mendengar, dan belajar dari rekan-rekan kami sebagai individu dengan menciptakan budaya kerja yang inklusif. “

Nilai-nilai kepemimpinan dan bisnis dapat dipelajari di ruang kelas atau di lingkungan kerja, tetapi sekarang menjadi jelas bahwa nilai-nilai tersebut dapat ditemukan di mana saja – bahkan di rumah sakit hewan peliharaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here